ON24JAM.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan hoax, khususnya dalam konteks Pileg dan Pilpres 2024.
Terakhir, Prabowo Subianto diterpa hoaks soal penamparan terhadap Wamentan Harvick Hasnul Qolbi.
Sejak kemarin beredar rumor di media sosial bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menampar Wamentan Harvick Hasnul Qolbi di rapat kabinet.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Kesepakatan Dagang Trump–Prabowo: Komitmen US$ 20 Miliar & Tarif Baru
Prabowo: Pengelolaan Energi Tak Boleh Layani Kepentingan Kelompok Tertentu
Khofifah Absen Diperiksa KPK, Alasan Wisuda Anak Picu Sorotan Publik

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku tidak pernah bertemu dengan Harvick.
Kementan juga sudah menyatakan bahwa Harvick tidak pernah ikut rapat kabinet dalam 10 hari terakhir.
Baca artikel lainnya, di sini: Wamentan Harvick Hasnul Qolbi Mengaku Prihatin, Haris Rusly Moti: Akan Karifikasi Berita yang Menyeret Dirinya
Baca Juga:
Gubernur Jatim Diambang Pemanggilan, KPK Bidik Alur Dana Hibah
Rapat Virtual: Prabowo Putuskan Status Pulau Aceh
Presiden Cabut Paksa 4 Izin Tambang Nikel di Raja Ampat: Geopark UNESCO Lebih Berharga daripada Emas
“Mari jadikan Pileg dan Pilpres 2024 sebagai ajang pertarungan gagasan, bukan gelanggang penyebaran hoax.”
“Semua pihak harus mengendalikan diri,“ kata Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi, dalam keterangan tertulis, Selasa 19 September 2023.
Rakyat berhak mendapatkan anggota parlemen dan presiden dan wakil presiden yang mumpuni, berintegritas, dan punya visi-misi dalam memajukan Indonesia.
“Kita harus mendorong semua kandidat untuk menyampaikan gagasan mereka. Jangan kotori konstestasi politik ini dengan hoaks”
Baca Juga:
Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar, Komunikasi Strategis Publikasi Press Release
Pemilik UD Sentoso Seal Serahkan 108 Ijazah Eks Karyawan, Publik Kecam Penahanan Dokumen Pribadi
Dua Warga Rusia Eksploitasi Perempuan Lewat Situs Prostitusi Online, Kini Divonis di Pengadilan Bali
“Jangan sampai kita kehilangan kesempatan mendapat kandidat terbaik gara-gara hoaks” lanjut Dedek Prayudi.***








