ON24JAM.COM – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali melakukan survei elektabilitas tiga pasang capres-cawapres yang masuk bursa pemilu 2024 mendatang, Senin, 2 Oktober 2023.
Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengatakan pasangan capres dan cawapres menjadi lebih ramai dengan masuknya nama Khofifah dan Mahfud MD.
“LSI Denny JA sendiri sejak bulan Mei 2023 selalu menyertakan nama dua tokoh ini dalam simulasi pasangan.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Kesepakatan Dagang Trump–Prabowo: Komitmen US$ 20 Miliar & Tarif Baru
Prabowo: Pengelolaan Energi Tak Boleh Layani Kepentingan Kelompok Tertentu
Khofifah Absen Diperiksa KPK, Alasan Wisuda Anak Picu Sorotan Publik

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun, simulasi Khofifah dan Mahfud MD tidak dipublikasi karena saat itu nama mereka sebagai cawapres belum bersinar seperti sekarang,” kata Adjie Alfaraby.
Lalu bagaimana hasilnya jika Prabowo Subianto berpasangan dengan Erick Thohir, Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar?
Baca artikel lainnya di sini: Pemilih Anies Cenderung Pindah Dukung Prabowo dalam Simulasi Poligov Head to Head Prabowo – Ganjar
Baca Juga:
Gubernur Jatim Diambang Pemanggilan, KPK Bidik Alur Dana Hibah
Rapat Virtual: Prabowo Putuskan Status Pulau Aceh
Presiden Cabut Paksa 4 Izin Tambang Nikel di Raja Ampat: Geopark UNESCO Lebih Berharga daripada Emas
Menurut Adjie Alfaraby, Prabowo-Erick berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 39.3%.
Posisi kedua adalah Ganjar-Sandi dengan dukungan 36.9%. Posisi ketiga adalah Anies-Muhamimin dengan dukungan sebesar 13.6%.
“Prabowo-Erick unggul atas Ganjar-Sandi sebesar 2.4%. Unggul atas Anies-Muhaimin sebesar 25.7%,” kata Adjie Alfaraby.
Kemudian jika Prabowo Subianto berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, pasangan mana yang unggul?
Baca Juga:
Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar, Komunikasi Strategis Publikasi Press Release
Pemilik UD Sentoso Seal Serahkan 108 Ijazah Eks Karyawan, Publik Kecam Penahanan Dokumen Pribadi
Dua Warga Rusia Eksploitasi Perempuan Lewat Situs Prostitusi Online, Kini Divonis di Pengadilan Bali
Prabowo-Gibran berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 38.5%.
Posisi kedua adalah Ganjar-Sandi dengan dukungan sebesar 35.6%. Posisi ketiga adalah Anies-Muhaimin dengan dukungan sebesar 14.1%
“Prabowo-Gibran unggul atas Ganjar-Sandi sebesar 2.9%. Unggul atas Anies-Muhaimin sebesar 24.4%,” kata Adjie Alfaraby.
Dan jika Prabowo berpasangan dengan Airlangga Hartarto, Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, pasangan mana yang unggul?
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Prabowo-Airlangga berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 38.8%.
Posisi kedua adalah Ganjar-Sandi dengan dukungan sebesar 35.1%. Posisi ketiga adalah Anies-Muhaimin dengan dukungan sebesar 13.9%
“Prabowo-Airlangga unggul atas Ganjar-Sandi sebesar 3.7%. Unggul atas Anies-Muhaimin sebesar 24.9%,” jelas Adjie Alfaraby.
Terakhir, bagaimana Jika Prabowo menggandeng Khofifah dan Ganjar menggandeng Mahfud MD?
Menurut Adjie Prabowo-Khofifah berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 38.4%.
Posisi kedua adalah Ganjar-Sandi dengan dukungan 35.3%. Posisi ketiga adalah Anies-Muhaimin sebesar 14.0%.
“Prabowo-Khofifah berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 38.7%.
Posisi kedua Ganjar-Mahfud dengan dukungan 35.8%. Posisi ketiga adalah Anies-Muhaimin sebesar 14.4%,” kata Adjie Alfaraby.
LSI Denny JA melakukan survei tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner kepada 1200 responden di seluruh Indonesia.
Dengan 1200 responden, margin of error survei ini sebesar 2.9%. Survei dilakukan pada tanggal 4-12 September 2023.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.***











