Menolong Anaknya yang Terseret Ombak Laut Selatan di Pesisir Pacitan, Ayah Asal Solo Tewas Tenggelam

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayah Asal Solo Tewas Tenggelam Saat Menolong Anaknya Terseret Ombak Laut Selatan. (Dok. Fin)

Ayah Asal Solo Tewas Tenggelam Saat Menolong Anaknya Terseret Ombak Laut Selatan. (Dok. Fin)

SURABAYAON24JAM.COM – Seorang pria asal Solo, Jawa Tengah, yang sedang berwisata laut di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dikabarkan tewas ‘termakan’ ganasnya ombak Laut Selatan, Minggu (25/2/2024).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tubuh korban yang timbul tenggelam di perairan laut, sempat berusaha diselamatkan nelayan dan masyarakat, namun Tuhan menghendaki kenyataan lain.

Korban diketahui bernama Yohanes Reza Mahendra, 40 tahun, warga Petoran, RT 03/ RW 05, Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Korban bersama keluarganya datang ke Pacitan, bermaksud menikmati indahnya Pantai Srau yang berada di wilayah Desa Candi, Kecamatan Pringkuku.

Dari rumah menuju Pacitan korban mengajak sanak keluarganya berjumlah 7 orang.

Termasuk istri, kedua anak dan keluarga lainnya, mereka langsung menuju pantai yang pesonanya menakjubkan itu.

Baca artikel lainnya di sini : Ada Mobil yang Tertimpa Pohon Ambruk, Jalur Tujuan Wisata Telaga Sarangan Sempat Tersendat

“Korban bersama sanak keluarganya piknik di pantai itu. Anaknya bermain air di bibir pantai, lalu terseret ombak. Ayahnya berusaha menolong.”

“Anaknya selamat, tapi ayahnya justru ketarik ombak,” kata Sriyono, anggota Tim SAR, menjawab jurnalis.

Lihat juga konten video, di sini: Ditemani 2 Ekor Kucing, Inilah Momen Akrab Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Kertanegara

Seorang warga setempat, Imam Kruwut, menjelaskan adanya kecelakaan laut itu terjadi di Pantai Srau, masuk Desa Candi, Kecamatan Pringkuku.

Personel Pusdalops BPBD Kabupaten Pacitan, Arif, menginformasikan, awalnya salah seorang anak korban, Rian Jazan, 7 tahun, asyik bermain air di bibir pantai.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Tanpa disadari, muncul ombak yang berlarian menuju pantai dan menyeretnya.

Mengetahui itu, korban dan seorang anaknya yang lain, Rafael, 13 tahun, berusaha menolong korban yang terseret.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kala itu, ketiga korban tengah berjuang diantara ‘pergumulan’ air laut.

Dalam kondisi kritis, penjaga pantai dan nelayan yang berada di area lokasi langsung ambil bagian menolongnya.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Kedua anak korban berhasil diselamatkan, namun korban lepas tertelan ombak.

Kedua anak korban yang selamat, Rian Jazan dan Rafael, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna perawatan medis.

Sedangkan korban dalam kondisi tak bernyawa saat dievakuasi penjaga pantai san nelayan.

“Kedua anak korban berhasil diselamatkan penjaga pantai dan nelayan. Dilarikan ke rumah sakit untuk pengobatan.”

“Namun bapaknya (ayah korban) tak bisa diselamatkan, tenggelam di pantai,” tutur Arif.

Jasad korban langsung dikirim ke rumah duka, setelah menjalani pemeriksaan pihak rumah sakit pemerintah setempat.

Aparat kebencanaan setempat menghimbau, semua wisatawan yang mengunjungi keindahan Pantai Srau diminta mewaspadai ombak yang datangnya sulit diduga.

Itu dimaksudkan agar wisatawan tetap merasa nyaman selama berwisata, dan selamat kembali sampai rumah. (fin).***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan media nasional dari Jawa Tengah Hallosolo.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Arahnews.com dan Bisnisnews.com

Berita Terkait

3 Hari Pencarian, 5 Santri Tewas dalam Tragedi Ponpes Al Khoziny
Khofifah Dipanggil KPK, Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Terungkap
Kasus Hibah Pokmas Jatim, Khofifah Diperiksa KPK sebagai Saksi
Khofifah dan Dana Hibah: Panggilan KPK yang Belum Juga Terjawab
Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim, KPK Panggil Anggota DPRD
Gunung Raung Meletus Pagi Hari, Warga Jember Terpapar Abu Tipis
Kejaksaan Negeri Ngawi Tahan Legislator Golkar, Terlibat Korupsi Pembebasan Lahan dan Pajak Daerah
Tim SAR Fokuskan Pencarian Korban Longsor Trenggalek Gunakan K9 dan Kesaksian Saksi Mata

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:28 WIB

3 Hari Pencarian, 5 Santri Tewas dalam Tragedi Ponpes Al Khoziny

Jumat, 11 Juli 2025 - 06:18 WIB

Khofifah Dipanggil KPK, Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Terungkap

Kamis, 10 Juli 2025 - 14:49 WIB

Kasus Hibah Pokmas Jatim, Khofifah Diperiksa KPK sebagai Saksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:15 WIB

Khofifah dan Dana Hibah: Panggilan KPK yang Belum Juga Terjawab

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim, KPK Panggil Anggota DPRD

Berita Terbaru