ON24JAM.COM – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mendorong penuntasan masalah Hak dan Asasi Manusia (HAM) di Papua dengan pemerataan ekonomi.
“Kita harus lindungi seluruh rakyat Papua, karena saat ini yang diserang merupakan perempuan, orang tua hingga anak kecil,” ujar Prabowo saat debat pertama capres pemilu 2024 di KPU RI, Jakarta, Selasa 12 Desember 2023.
Selain itu, Prabowo menyebut permasalahan di Papua bukan perkara ketidakadilan semata seperti yang diklaim oleh capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Kesepakatan Dagang Trump–Prabowo: Komitmen US$ 20 Miliar & Tarif Baru
Prabowo: Pengelolaan Energi Tak Boleh Layani Kepentingan Kelompok Tertentu
Khofifah Absen Diperiksa KPK, Alasan Wisuda Anak Picu Sorotan Publik

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, banyak faktor lain yang membuat konflik di Papua tak mudah untuk diselesaikan.
“Harus ada keadilan, tetapi tidak sesederhana itu Pak Anies. Ada faktor-faktor lain, Pak Anies.
Baca artikel lainnya di sini : Serahkan Pesawat Karya Anak Bangsa, Kegiatan Prabowo Subianto Jelang Debat Perdana Capres
Baca Juga:
Gubernur Jatim Diambang Pemanggilan, KPK Bidik Alur Dana Hibah
Rapat Virtual: Prabowo Putuskan Status Pulau Aceh
Presiden Cabut Paksa 4 Izin Tambang Nikel di Raja Ampat: Geopark UNESCO Lebih Berharga daripada Emas
Ada faktor geopolitik, ada faktor ideologi, ini lah yang masalahnya tidak gampang,” kata Prabowo.
Prabowo pun mendorong dialog untuk menyelesaikan permasalahan Papua.
“Saya sependapat, kita harus tegakkan keadilan, kita harus dialog, ini masalah bangsa, ini harus semua kekuatan kita rangkul,” ujar Prabowo.
Lihat juga konten video, di sini: Prabowo Subianto Tekankan Akan Berantas Korupsi Sampai ke Akarnya pada Debat Capres 2024
Baca Juga:
Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar, Komunikasi Strategis Publikasi Press Release
Pemilik UD Sentoso Seal Serahkan 108 Ijazah Eks Karyawan, Publik Kecam Penahanan Dokumen Pribadi
Dua Warga Rusia Eksploitasi Perempuan Lewat Situs Prostitusi Online, Kini Divonis di Pengadilan Bali
Ia memaparkan untuk mengatasi masalah HAM di Papua adalah dengan pembangunan ekonomi, penegakan hukum, dan perlindungan terhadap HAM.
Prabowo menyatakan Presiden Jokowi adalah presiden RI paling baik soal pembangunan di Papua.
“Presiden Joko Widodo adalah Presiden di Republik Indonesia yang paling banyak ke Papua. Paling banyak ke Papua,” kata Prabowo.
“Kalau tidak salah sampai hari ini beliau sudah lebih dari 19 kali ke Papua,” sambungnya.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Ia mengakui masalah HAM adalah aspek yang harus diutamakan. Namun Jokowi pada periode pemerintahannya sudah membuktikan perwujudan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Papua.
“Dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di bawah permerintahan pak Jokowi yang paling pesat, yang paling tinggi selama sejarah Republik Indonesia,” jelas Prabowo.
Prabowo juga bertekad melanjutkan pembangunan di Papua yang sudah dimulai pada periode pemerintahan ini.
Dia akan mewujudkan kemajuan ekonomi, pelayanan sosial, dan jaminan keamaman untuk masyarakat Papua dari ancaman separatis-teroris.
“Dan menjamin penegakan hak asasi manusia,” ucapnya.
Sebelum kedua paslon Anies dan Ganjar Pranowo membicarakan soal Papua, Prabowo tercatat sudah terlebih dahulu berkontribusi untuk permasalahan di Papua.
Contohnya adalah pernah menjadi pimpinan militer dalam operasi penyelamatan sandera warga sipil.
Peristiwa yang melibatkan Prabowo itu dikenal dengan sebutan Operasi Mapenduma.
Operasi pembebasan sandera Mapenduma adalah operasi militer dengan tujuan membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95.
Para peneliti disandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam peristiwa krisis sandera Mapenduma.
Pelaksana operasi ini sebagian besar dilakukan oleh anggota Kopassus.
Operasi ini dimulai pada 8 Januari 1996 silam terutama sejak dilaporkannya peristiwa penyanderaan itu dan dipimpin oleh Prabowo yang kala itu menjabat sebagai Komandan Kopassus.***
















