SURABAYAON24JAM.COM – Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang menjadi wilayah yang hingga hari ini masih tergenang banjir akibat dampak cuaca ekstrem sejak Rabu (13/3/2024),
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto juga mengunjungi Kelurahan Trimulyo, Minggu (17/3)/2024).
Wilayah Kelurahan Trimulyo memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Gandeng Pemerintah Swiss, BNPB Lakukan Penguatan Soal Peringatan Dini Banjir Lahar di Gunung Semeru
Tanah Longsor Lumajang, Jatim Telan Korban Seorang Meninggal Dunia, 3 Orang Hilang Masih Dicari

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, jika sudah banjir, maka genangan air di kawsssn tersebut akan lama surutnya
Masyarakat setempat yang dikonfirmasi oleh BPBD Kota Semarang, menyampaiksn hal tersebut.
Sementara wilayah lain yang terdampak banjir sudah mulai surut dan tidak ada lagi genangan air.
Baca Juga:
Sebanyak 6 Tanggul Sungai Wulan Jebol, Akibatkan 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir
Kota Semarang Dikepung Banjir dan Tanah Longsor Akibat Cuaca Ekstrem Hujan dengan Intensitas Tinggi
Baca artikel lainnya di sini : Korban Banjir Kota Semarang Masih di Pengungsian, BNPB.Serahkan Bantuan Logistik dan Peralatan
Menurut hasil analisa Badan Geologi, hal itu disebabkan karena wilayah tersebut berada di bawah permukaan laut.
Artinya daratannya lebih rendah dari permukaan laut karena dipengaruhi fenomena land subsidence atau penurunan tanah
Lihat juga konten video, di sini : Hujan dengan Intensitas Tinggi, Sebanyak 4 Kecamatan Terendam Banjir di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Baca Juga:
Sebanyak 19 Orang Meninggal Dunia dan 7 Orang Hilang, Banjir dan Longsor di Provinsi Sumatera Barat
Seorang Warga Terseret Arus Sungai Saat Banjir Belu, Nusa Tenggara Timur, Ditemukan Tim Gabungan
Banjir di Kabupaten Lampung Selatan Belum Surut, BPBD Sebut Kemungkinan Bsa Terjadi Banjir Susulan
Sehingga menurut Kepala BNPB, ketika daerah itu tergenang air, maka satu-satunya solusi adalah menyedot genangan menggunakan bantuan pompa.
“Ini kan lebih rendah dari laut. Tentu saja kalau dibiarkan kan tidak bisa airnya keluar sendiri. Harus disedot menggunakan pompa,” kata Suharyanto.
Suharyanto melakukan peninjauan operasional pompa penyedot air, untuk menguras genangan banjir di wilayah Kelurahan Trimulyo,***
Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional dari Jawa Tengah, Hellojateng.com
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Sempatkan juga untuk. membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Lingkarnews.com dan Infofiasial.com
Untuk kebutuhan publikasi press release di portal berita ini, atau serentak di puluhan media online lainnya, dapat menghubungi (WhatsApp) Jasasiaranpers.com:
08531 555 7788, 08781 555 7788, 08191 555 7788, 0811 115 7788.














